saya hanyalah manusia biasa, yg banyak dipenuhi oleh salah dan khilaf, oleh karena itu jikalau ada postingan saya yg kurang berkenan di hati saudara pembaca sekalian, mohon dimaafkan lahir bathin, karena kebenaran hanya berasal dari Allah, dan kesalahana sepenuhnya ada diri saya...
Tampilkan postingan dengan label refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refleksi. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2019

yang baik, yang belajar

yg baik tidak akan belajar dari yg tidak baik, baik yg belajar mau pun tidak tetap saja akan beda hasilnya jika tidak belajar menjadi baik, bagaimana dgn yg tidak baik agar menjadi baik seandainya yg baik itu tidak pernah mengajarkan kebaikan kepada yg tidak baik?

seandainya kebaikan sedikit lebih bijak mengajarkan kebaikan kpd yg tidak baik, bukan karena dasar ayat2 suci yg mengajarkan secara literal bahwa yg baik harus mendapatkan yg baik, dan yg tidak baik akan mendapatkan yg tidak baik juga, lalu di mana letak kebaikannya jika yg tidak baik harus selalu tersesat di wadah ke-tidak-baikannya?

Jumat, 28 Desember 2018

Sir George Bernard Shaw, dalam bukunya “The Genuine Islam”


“Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan yang sedemikian rupa hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia. Menurutku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini.

Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini.

Sabtu, 13 Juli 2013

Kebenaran tak selamanya masuk akal

Kebenaran tak selamanya masuk akal. jika kebenaran diukur dengan banyaknya pengikut, kuatnya tentara dan tenaga, dan banyaknya uang, harusnya Fir’aun lah yang menang dan Musa kalah. Tapi faktanya, Musa lah yang berhasil membebaskan Bani Israel dari perbudakan Fir’aun dan Fir’aun beserta bala tentaranya ditenggelamkan di laut, itu karena kebenaran absolut hanya berasal dari Allah.

Jika akal yang menjadi patokan kebenaran, di sinilah kecurangan menjadi sebuah kebenaran, di sinilah korupsi menjadi kebenaran, karena manusia berfikir kalau saya tidak curang bagaimana saya bisa menang. Kalau saya hanya mengandalkan gaji, bagaimana mungkin anak saya bisa sekolah, kalau saya mengandalkan tunjangan mana mungkin saya bisa membeli kendaraan dan rumah. Innalillahi wa innailaihi roji’un.

Padahal Allah lah yang bisa memenangkan hambanya dengan cara terhormat, padahal Allah yang bisa memenuhi kebutuhan anak dan istri di rumah, Wallahu a’lam bishowab. Allahlah yang mengetahui kahekat kebenaran. [Ustadz Bachtiar Natsir]

Jumat, 05 Oktober 2012

tafakur 4

yg pergi tidak akan kembali, kecuali Allah menghendaki. yg datang tidak akan pergi, kecuali Allah menghendaki. di dalam hidup tidak selalu yg di bawah akan terus disitu, dan yg di atas tidak akan melulu di atas, ada kalanya spt roda pedati, kadang di atas dan kadang pula di bawah.

jangan khawatir kawan, hidup tidak pernah akan berakhir kecuali ALlah menghendaki, hidup di dunia spt sebatang kara, spt seorang pengelana yg turun mencari amal kebajikan --bagi mereka yg mencari, kecuali Allah menghendakinya.

alhasil, tempat Allah lah semua akan kembali, menuju tempat semestinya, hanya amal kebajikan yg menyertai...

ya Allah... ampunilah hamba

Senin, 07 Mei 2012

tafakur 3

http://meme.zenfs.com/u/30230d78864223e1c95a0dce67e84bf4e0bc95d2.jpegya Allah ampuni hamba... tunjukkan ke jalan yg benar
jalan yg Engkau ridhoi, jalan dimana Engkau beri petunjuk
ya Allah mudahkanlah hamba dalam sakaratul maut
sakaratul yg membuat semua mahluk yg bernyawa kehilangan kenikmatannya
sakaratul yg memutuskan silaturahmi
sakaratul yg memutuskan hubungan sanak famili

ya Allah permudahkanlah hamba dalam mencari rezeki
jangan Engkau timpakan ujian yg berat, kecuali jika mampu menanggungnya
ya Allah matikanlah hamba di jalan yg Engkau ridhoi
jalan Mujahidin yg berjuang di medan perang
jalan para pencari ilmu, pencari rezeki halal dan pencari ridho Mu ya Allah
Aamiin []

malam temaram yg tidak terlalu hangat

http://ngerumpi.com/images/medium/22398-from-google-com.jpgpagi yg dingin, senin malam ini saya harus menunda dulu utk kembali ke surga dunia. saya harus mengobrak abrik isi internet utk menemukan sang maestro kitaro itu.

akhir-akhir ini saya selalu menyaksikan para pengendara sepeda motor seenaknya memacu tunggangannya. laiknya sang pembalap di siang bolong, sedikit ke kiri, si pembalap ini spt tidak mau kalah dgn yg di depannya, dan sedikit saja saya menyamping ke kanan... eh ga taunya ada juga si pembalap ga mau kalah.

hidup makin kesini memang makin edan, bayangkan saja, di perempatan gatot subroto yg di pasang baliho PAN itu tampak bersila seorang ibu-ibu yg menengadahkan tangannya ke jalanan ramai. walau matahari menonjok ubun-ubunnya, toh demi rupiah dia tidak pernah beranjak walau utk istirahat di bawah pohon, atau barangkali utk menyerumput teh dingin di dalam plastik es mungkin.

Selasa, 20 Desember 2011

Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan

Kota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis , pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya. Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir.
Becak dan delman amat dominan masa itu , persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman . Brigadir Royadin memandang dari kejauhan ,sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya.
Saat mobil menepi , brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat.
“Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna . “Boleh ditunjukan rebuwes!” Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes.
Perlahan , pria berusia sekitar setengah abad menurunkan kaca samping secara penuh.

Selasa, 13 Desember 2011

tafakur 2

ya Allah, mudahkanlah jalan hamba
ya Allah, perlihatkanlah mana yg buruk dan tidak baik
ya Allah, jadikanlah hamba pribadi yg baik dan tidak lekas putuh asa
ya Allah, tuntunlah hambamu ke jalan yg benar

ya Allah, berikanlah hamba kesempatan utk kedua kalinya
ya Allah, perbanyaklah ujian yg hamba mampu terima jika itu memang selayaknya
ya Allah, jadikanlah hamba mampu menjalani ujian yg Engkau berikan
ya Allah, aamiin...

Kamis, 10 November 2011

ibadah 500 tahun


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLb-VlFf4xp-CDyKteViX1OSNsEjI_PPuRSNeq28qVX0wXUeBOtKmBwp6Os1Yg6L0c1LnnRWQ4j0UffTHKnEkr5v8eLKuhRr_7TFAybNXN8RRt1V9Ntde9OnxQvT9023Zui7_XebLyXuw/s1600/ramadhan-sujud.jpgDari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju kami, lalu bersabda, 'Baru saja kekasihku Malaikat Jibril keluar dariku dia memberitahu, 'Wahai Muhammad, Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran. Sesungguhnya Allah memiliki seorang hamba di antara sekian banyak hambaNya yang melakukan ibadah kepadaNya selama 500 tahun, ia hidup di puncak gunung yang berada di tengah laut. Lebarnya 30 hasta dan panjangnya 30 hasta juga. Sedangkan jarak lautan tersebut dari masing-masing arah mata angin sepanjang 4000 farsakh. Allah mengeluarkan mata air di puncak gunung itu hanya seukuran jari, airnya sangat segar mengalir sedikit demi sedikit, hingga menggenang di bawah kaki gunung.

Allah juga menumbuhkan pohon delima, yang setiap malam mengeluarkan satu buah delima matang untuk dimakan pada siang hari. Jika hari menjelang petang, hamba itu turun ke bawah mengambil air wudhu’ sambil memetik buah delima untuk dimakan. Kemudian mengerjakan shalat. Ia berdoa kepada Allah Ta’ala jika waktu ajal tiba agar ia diwafatkan dalam keadaan bersujud, dan mohon agar jangan sampai jasadnya rusak dimakan tanah atau lainnya sehingga ia dibangkitkan dalam keadaan bersujud juga.

Demikianlah kami dapati, jika kami lewat dihadapannya ketika kami menuruni dan mendaki gunung tersebut.

Selanjutnya, ketika dia dibangkitkan pada hari kiamat ia dihadapkan di depan Allah Ta’ala, lalu Allah berfirman, 'Masukkanlah hambaKu ini ke dalam Surga karena rahmatKu.' Hamba itu membantah, 'Ya Rabbi, aku masuk Surga karena perbuatanku.'

Allah Ta’ala berfirman, 'Masukkanlah hambaKu ini ke dalam Surga karena rahmatKu.' Hamba tersebut membantah lagi, 'Ya Rabbi, masukkan aku ke surga karena amalku.'

Kemudian Allah Ta’ala memerintah para malaikat, 'Cobalah kalian timbang, lebih berat mana antara kenikmatan yang Aku berikan kepadanya dengan amal perbuatannya.'

Maka ia dapati bahwa kenikmatan penglihatan yang dimilikinya lebih berat dibanding dengan ibadahnya selama 500 tahun, belum lagi kenikmatan anggota tubuh yang lain. Allah Ta’ala berfirman, 'Sekarang masukkanlah hambaKu ini ke Neraka!'

Kemudian ia diseret ke dalam api Neraka. Hamba itu lalu berkata, 'Ya Rabbi, benar aku masuk Surga hanya karena rahmat-Mu, masukkanlah aku ke dalam SurgaMu.'

Allah Ta’ala berfirman, 'Kembalikanlah ia.'

Kemudian ia dihadapkan lagi di depan Allah Ta’ala, Allah Ta’ala bertanya kepadanya, 'Wahai hambaKu, Siapakah yang menciptakanmu ketika kamu belum menjadi apa-apa?'
Hamba tersebut menjawab, 'Engkau, wahai Tuhanku.'

Allah bertanya lagi, 'Yang demikian itu karena keinginanmu sendiri atau berkat rahmatKu?'
Dia menjawab, 'Semata-mata karena rahmatMu.'

Allah bertanya, 'Siapakah yang memberi kekuatan kepadamu sehingga kamu mampu mengerjakan ibadah selama 500 tahun?'
Dia menjawab, 'Engkau Ya Rabbi.'

Allah bertanya, 'Siapakah yang menempatkanmu berada di gunung dikelilingi ombak laut, kemudian mengalirkan untukmu air segar di tengah-tengah laut yang airnya asin, lalu setiap malam memberimu buah delima yang seharusnya berbuah hanya satu tahun sekali? Di samping itu semua, kamu mohon kepadaKu agar Aku mencabut nyawamu ketika kamu bersujud, dan aku telah memenuhi permintaanmu!?'
Hamba itu menjawab, 'Engkau ya Rabbi.'

Allah Ta’ala berfirman, 'Itu semua berkat rahmatKu. Dan hanya dengan rahmatKu pula Aku memasukkanmu ke dalam Surga. Sekarang masukkanlah hambaKu ini ke dalam Surga! HambaKu yang paling banyak memperoleh kenikmatan adalah kamu wahai hambaKu.' Kemudian Allah Ta’ala memasukkanya ke dalam Surga."

Jibril ‘Alaihis Salam melanjutkan, "Wahai Muhammad, sesungguhnya segala sesuatu itu terjadi hanya berkat Rahmat Allah Ta’ala." (HR. Al-Hakim, 4/250.) []

Jumat, 21 Oktober 2011

Kisah Fitnah Dajjal : Pemuda yang bertakwa


http://fahmee76.files.wordpress.com/2010/07/representation-of-al-dajjal.jpg?w=620Dalam sebuah Majlis Taklim yang sangat luar biasa, dihadiri oleh para sahabat yang mulia, Rasulullah SAW, menceritakan peristiwa-peristiwa akhir jaman, dimulai dengan bertebaran fitnah di dunia.  Begitu pula sesuatu hal yang dahulu di jaman para sahabat dianggap sebuah kemaksiatan besar, maka di akhir jaman dianggap sesuatu hal yang sepele, kebenaran dan kesesatan bercampur baur, sehingga hanya dengan iman di dada serta lindungan dari Allah sajalah manusia dapat selamat melaluinya.  Begitu pula sebuah peristiwa maha dahsyat menimpa manusia, sebuah peristiwa yang sudah diberitakan oleh para Nabiyullah sejak jaman Nabi Adam AS sampai dengan Suri Tauladan cinta kita, Rasulullah SAW, fitnah yang menyesakkan, sehingga semua orang mukmin dan muslim berdoa dalam setiap sholatnya untuk tidak menjumpainya : Fitnah Dajjal.  Demikian, inilah kisah seorang Pemuda yang diberitakan oleh Rasulullah akan menentang kebatilan tersebut.

Abu Sa'id Al-Khudri ra.  Berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ketika Dajjal muncul, seorang mukmin mengejarnya.  Pengikut Dajjal yang berada di garis depan menahannya, lalu bertanya,`Engkau hendak ke mana?` Orang mukmin menjawab,Àku mau menemui orang (Dajjal) yang baru muncul itu.' Pengikut Dajjal bertanya lagi,Àpakah engkau tidak beriman kepada tuhan kami?` Orang mukmin menjawab,`Dia bukan tuhan, Tuhan kita sangatlah jelas.` Pengikut Dajjal berkata,`Bunuh saja orang ini.` Orang mukmin berkata,`Bukankah tuhan kalian (Dajjal) melarang membunuh siapapun sebelum dihadapkan kepadanya?` Maka pengikut Dajjal membawa orang mukmin tersebut kepada Dajjal.  Ketika orang mukmin melihatnya, dia berkata tegas,`Hai segenap manusia, sesungguhnya orang ini adalah Dajjal yang diceritakan oleh oleh Rasulullah SAW.` Maka Dajjal menyuruh agar mengikatnya, lalu berkata,`Siksa dan pikuli kepalanya.` Mereka pun memukuli punggung dan perutnya.

Di sela-sela penyiksaan, Dajjal mengajukan pertanyaan,Àpakah engkau beriman kepadaku?` Orang mukmin tersebut berkata,Èngkau adalah Al-Masih, sang Pembohong besar!` Dajjal pun menyuruh algojonya agar membelah badan orang mukmin itu dari kepala hingga kakinya dengan gergaji.

Setelah terbelah, Dajjal berjalan di antara dua potongan tubuh tersebut, lalu berkata,`Bangunlah!` Tubuh orang mukmin yang terbelah tersebut menyatu kembali dan berdiri tegak.  Dajjal berkata,Àpakah sekarang engkau beriman kepadaku?` Orang mukmin itu menjawab,Àku semakin yakin bahwa engkau adalah Dajjal!` `Wahai segenap manusia, sesungguhnya, dia (Dajjal) tidak akan dapat mencelakai siapa pun setelah membunuhku.` Dajjal menarik tubuhnya dan hendak menyembelihnya.   

Akan tetapi, Allah melindungi lehernya dengan kuningan, sehingga Dajjal tidak dapat menyembelihnya.  Akhirnya, Dajjal memegang kedua tangan dan kakinya, lalu melemparkannya.  Semua orang mengira dia dilemparkan ke dalam kobaran api, padahal sebenarnya dia masuk ke dalam surga." Kemudian Rasulullah SAW bersabda,"Orang ini meraih kesyahidan yang paling agung di sisi Allah, Tuhan semesta alam." (h.r.  Muslim)
Sebuah pengorbanan untuk yang tercinta, akan meraih cinta yang tercinta, dan Maha benar Allah dengan segala janjiNya.  Pemuda yang meraih kesyahidan karena Allah, menempati surga yang yang penuh kenikmatan.  Terketuk hati untuk bertanya, seberapa pengorbanan ini untuk Robb yang tercinta?, seperti setiap manusia yang terkubur di tanah yang dingin, pun jasad ini pasti kelak akan merasakan, setiap awal menuntut akhir, setiap jiwa akan dihisab, dimanakah tempat kita?..kelak.

sampai mata bernanah

tanggung jawab, beban dan segala tetek bengek yg mengikuti manusia agaknya memang tidak bisa di lepaskan. sekali pun mencoba utk melepaskan diri dari itu semua memang memerlukan pengorbanan yg tidak mudah. sedikit saja tanggung jawab itu tidak ditunaikan maka yg didapat adalah kekacauan & kekecewaan di kemudian hari.

sebelumnya, saya bukan lah psikolog yg bisa mengobati dgn kata-kata yg rada kacau ini, tapi setidaknya saya bisa berbagi mengapa bisa manusia memiliki tanggung jawab dan beban itu semua ketika lahir ke dunia. walau pun dia tidak menginginkannya.

manusia semenjak lahir sudah dibekali alat utk berfikir, tangan utk menggenggam dan kaki utk berjalan --scr harfiah atau pun tidak. akan tetapi mengapa kadang kala dia tidak menginginkan itu semua, seakan dunia tidak lagi menginginkan dirinya hadir.

lalu apa yg dimaksud dgn tanggung jawab?hahaha... sudah saya tekankan sejak awal tadi, saya bukanlah seorang psikolog yg bisa mengobati penyakit jiwamu dgn permainan kata-kata serta trik dan tips yg keberadaannya hanya ada di dunia filsafat saja, akan tetapi permasalahan yg ingin saya tjabarkan disini ialah keharusan seseorang utk giat berusaha dan tidak pantang menyerah walau sampai mata bernanah!

walau dirimu harus berdarah-darah, kerasnya batu yg kau lewati atau perihnya debu dan pasir yg masuk ke kantung matamu. lewati itu semua karena tantangan bukan sesuatu yg menakutkan. tantangan datang karena kerasnya dirimu bergerak, tantangan ada karena kerasnya dirimu berontak utk keluar dari tantangan.

jadi? sudah keraskah tulisan di atas tadi? []

Sabtu, 30 Juli 2011

muhasabah

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari-Mu
Kupasrahkan semua pada-Mu

Tuhan, baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cinta-Mu

Kata-kata cinta
Terucap indah
Mengalir berzikir dikidung doaku
Sakit yang kurasa kian jadi penawar dosaku

Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Aku ini khilaf dan salah selama ini ya Illahi Muhasabah cintaku

Tuhan, kuatkan aku
Lindungi ku dari putus asa
Jika kuharus mati pertemukan aku dengan-Mu

[edCoustic - Muhasabah Cinta]


Sabtu, 02 Juli 2011

panceg (teguh / istiqamah)

panceg (teguh) bukan sekedar nama seseorang, bukan pula panceg dina galur si man jasad yg terkenal itu. tapi sikap teguh yg tidak bisa berubah oleh waktu. pernahkah dirimu menekuni suatu pekerjaan sedari kecil dulu es de, es em pe hingga es em a, ya.. saya mengalami itu, teguh dalama menekuni sesuatu. dan itu saya alami dan saya sangat merindukank keadaan dulu itu.

pernah setiap hari bahkan, kawan saya yg sama2 pergi ke sekolah bebarengan (saya pun setia menunggu dia di bibir jalan) saban sore mengutak atik tape compo saya yg udah rusak, sekedar utk merekam nyanyian salem ke dalam kaset kosong 90R... bikin kompilasi katanya.

kompilasi malaysia, kompilasi rock de el el, ya kami menekuni itu semua dgn teguh. hal semacam itu kami lakukan menjelang tamatan es em pe, karena setelah lulus praktis kami terpisah oleh sekolah, dia masuk smk dan saya masuk sma negeri.

oh iya, kawan di atas itu sebelum es em pe, waktu es de pernah kami sama2 menekuni hobi kami masing-masing, seperti mencoret dinding asrama tentara waktu itu yg juga rumah saya. terkadang kami membuat lubang pada kertas karton dgn silet bermacam-macam, mulai kupu2 hingga logo slank! ya ...

lanjut ke masa es em a, yg katanya masa paling indah di dunia remaja / puber (dan alhamdulillah sekarang saya sudah mengerti bahwa masa puber itu tidak ada, yg ada adalah masa anak-anak beralih baligh (dewasa) dlm islam). ternyata hobi menggambar saya yg --aduhai-- itu membuat seisi sekolah geger, sebabnya sewaktu guru mengajar di depan kelas --guru biologi-- saya sedang menggambar wajah beliau.

seorang kawan di sebelah menimpali.

"bikin semua guru aja..."

"bleh, terus gimana kalo kertasnya ga muat buat nulis"

"biar ga sia-sia, kalo udah gambar tempel di mading sekolah"

"biar guru senang?"

"ya biar guru senang..."

kelas berakhir, gambar itu pun sudah selesai saya buat. dan tahukah kawan2, guru yg saya gambar tidak hanya guru biologi, tetapi seluruh guru di sekolah yg hanya saya bisa ingat wajahnya --termasuk kepala sekolahnya--. dan benar saja, saya di panggil oleh guru bimbingan konseling waktu itu.

"ron, ini kamu yg gambar?"

"iya bu..."

"maksudnya apa?"

"ga bu, cuma iseng..."

"gini, sekolah ini kan tempat belajar, tempat menimba ilmu... bla bla bla..."

ah kawan2 tahu sendiri lanjutan nasehat guru bimbingan konseling... akhir sidang itu saya "di lepas" kembali "ke kandang" dgn segudang nasehat bijak beliau.

panceg (teguh) memang tidak mudah, karena memerlukan kesabaran. apalagi bila itu berhubungan dgn mencari penghidupan. contohnya saya, walau pun dulunya saya teguh menekuni hobi tertentu, faktanya menekuni bila berhubungan dgn penghidupan memang memerlukan keikhlasan berusaha.

oleh karena itu tekuni bidang yg kau senangi, tekunilah bidang yg membuat dirimu lahir sebagai pribadi yg diperhitungkan, bukan pribadi yg tidak memiliki arti di lingkungan dimana kau tinggal. tidak dapat memberikan sumbangsih ide dan gagasan yg lahir langsung dari otakmu.

lalu bagaimana? ya istiqamah di dalam islam adalah hal yg terpenting dari semua peneguhan yg kawan miliki, jgn tersesat oleh karena hawa nafsumu membawa jauh dari istiqamah dari islam, dan hal yg terakhir sekarang yg saya bisa berdo'a di sela-sela ibadah adalah..

"ya Allah istiqamahkanlah hamba di jalan-Mu, istiqamahkanlah keluarga hamba di jalan-Mu, berilkanlah hidayahmu dalam meneguhkan hati kami menjalani peran kepemimpinan kami di dunia ini... Aamiin. []

panceg (bhs sunda, artinya teguh / tekun)

Selasa, 07 Juni 2011

mengeluh

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.

"Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!"

"Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan 'job-des' gue!"

"Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu!"

Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.

Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan.

Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.

Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Saya pernah mendengar sebuah hadist yang berbunyi kurang lebih “jika kamu ditimpa masalah dan kamu tidak mengeluh kepada manusia selama tiga hari maka Alloh akan mencarikan jalan keluar untuk permasalahan itu” tentunya hanya kepada Alloh lah kita mengadu baik dalam Sholat atau pun doa.
Try it now:
  1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.
  2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
  3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.
"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Alloh atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri." Alloh juga berfirman dalam Quran Surat Ibrahim ayat 7, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".
Mudah-mudahan kita bisa, Amin…!

Doeltea26@yahoo.com
http://dultoha.blogspot.com

Jumat, 03 Juni 2011

kuburan mati

wahai para penghuni kubur
tak terasa jasad ini akan hancur lebur
jika tak pernah mengingat alam kubur
oh wahai para penghuni kubur
kau tahu bahwa dunia jika di kejar akan kabur
dan jika di nikmati akan jatuh tersungkur
bila pun nanti mati di kubur
apakah dunia itu akan ikut luntur

oh para penghuni kubur
siangmu tak seperti malammu
harimu tak seperti bulanmu
dan bulanmu tak seperti tahunmu
inilah fatamorgana
yg disimpan di balik tirai alam fana
menyeruyak laksana kabut gelap
mengelilingi jasad yg kian kalap

oh para penghuni kubur
aku tahu dunia tak pernah mau tahu
perilaku yg seringkali tak tahu malu
selalu meninggikan diri seperti batu
padahal kotorannya tak lebih berisi benalu

oh para penghuni kubur
waktuku tak seperti dulu lagi
seperti menunggu antara pagi dan siang hari
seperti menunggu jatuhnya hujan di malam hari
seperti angin di hembusan kala pagi

oh para penghuni kubur
terima kasih telah mengingat diri
yg tak pernah lupa ini (insya ALlah)
oh oh oh oh oh
oh
oh
oh
oh

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.


pujaan hati itu pergi...

Selasa, 31 Mei 2011

asperger's syndrome

mari sejenak berjalan menyusuri ranggasnya rerumputan yg hijau itu, mencoba me-elaborasi suara jangkrik di siang hari, atau suara burung but but yg kotoran membuat gatal dikulit. kau akan mendapatkan suasana nyaman dan damai di siang hari. lalu apa yg kau dapat? stress?? hahaha... jgn risau, ini bukanlah acara outbond yg mengharuskan kamu meresapi setiap jengkal sesi training yg sudah terjadwal, tetapi hendak memasuki alam yg di sediakan apa adanya itu.

baiklah, mari kita berlanjut jalan menyusuri kelok kelok jalan setapak yg tampak seperti ular itu utk keluar dari jalan yg dipenuhi "binatang" itu, memperhatikan hilir mudik mobil. motor, truk yg tak tau diri mengotori udara bersih yg tanaman pun susah payah memfilter melalui daunnya. jalan-jalan yg dipenuhi oleh timbunan tanah yg terbawa oleh ban-ban yg berputar itu membuat jalanan semakin acak kadut semua.

oleh sebab itu, mari sejenak menyaring pengapnya udara siang di tengah "padang" debu yg membuat burung-burung pun mati melewati atasnya. ada baiknya engkau menyusuri trotoar yg baru saja di cat oleh dinas tata taman kota yg --katanya-- 2 pekan lagi itu hendak merayakan harlah kota. yeah... ternyata utk memperbaiki keadaan harus menunggu adanya momen penting datang. entah itu harlah, hari keagamaan atau yg lainnya.

baiklah, mari tinggalkan sejenak pekerja honor dinas taman kota itu menyelesaikan pekerjaannya, kita akan menuju ke gedung pencakar langit yg sejak tadi teronggok di mana-mana. yah, layaknya pencakar langit, agaknya langit pun tidak pernah runtuh-runtuh bila pencakar itu runtuh, lalu darimana asalnya pencakar langit? sepertinya pekerjaan mencari tahu asal usul itu memang membosankan, apalagi bila itu berhubungan dgn budaya dan tradisi bahasa yg sudah berakar kuat ya..

hemm... baiklah, sekarang mari sejenak kita menjadi seorang khan, seorang pengidap asperger's syndrome yg berpetualang mengelilingi amerika hanya ingin menyampaikan "i'am moslem, and i'm not a terrorist" kepada presiden amerika, sindrome yg mengungkapkan apa adanya, bila engkau mengatakan "selamat datang, anggaplah rumah sendiri" hei!! lantas saya akan mengatakan "ini bukan rumah saya, bagaimana caranya kau dapat membuat saya seperti berada di rumah sendiri?"

atau engkau akan mengatakan, "mari sini duduk sejenak, jangan bersedih... semua ada jalan keluarnya" lalu saya akan mengatakan "yap, semua ada jalan keluarnya, tapi saya tidak sedang bersedih, saya sedang memikirkan jalan keluarnya, dan lihat... air mata saya tidak pernah keluar sejak tadi." sepertinya kita memerlukan rehat sejenak setelah menjadi 'seseorang' di luar dari kita. itu lihat ada sebuah onggokan kayu yg bekas di tebang.

saya sedang bersedih, mengapa ada orang tega berbuat demikian, bagaimana mungkin kita akan menyelamatkan alam bila pohon di tengah rimba kota ini saja tega di tebang dgn paksa. akan kah kita akan mewariskan pohon ratusan tahun di tengah kota hanya karena perubahan jalur trayek? tapi sudahlah yg mati sudah mati, yg hidup akan terus hidup dan akan menanti kematian --dlm waktu dekat lagi. []

menghardik di depan senjata

saya yakin, tidak ada di antara kita yg selalu memiliki semangat di dalam hidupnya, seakan bara api itu tidak pernah padam walaupun di hujani oleh berliter-liter air, tapi sungguh, semangat yg kita miliki kadang tidak pernah kita duga sebelumnya, ada kalanya hujan yg turun membasahi bara semangat itu lantas padam, semenit kemudian ada yg memantiknya dari belakang dan depan, --mengompori-- diri kita oleh semangat yg panas menyala.

kawan, beban hidup yg kamu nikmati itu bukanlah suatu bencana, kata Buya Hamka sang sufi modern itu berkata "bencana bukanlah bencana tetapi anugerah" oleh karena itulah Allah sangat sayang kepada kita semua. rasanya tidak sepadan antara beban dan tindakan yg kita terima, jika harus jujur diakui ternyata berkat beban itulah membuat kita bertindak keluar dari beban itu sendiri. laiknya peluru yg ditarik oleh karet ketapel, makin panjang tarikannya makin kuat pula lontarannya.

berjalanlah walau tanpa celana
hehe... aneh memang, tapi demikianlah seharusnya yg kita lakukan, bukan harus dipahami secara harfiah, celana yg saya maksud hanyalah kiasan utk menggambarkan bahwa diri kita ini memang tidak memiliki apa-apa pada mulanya, lalu apakah harus menutupi "kemaluan" kita sendiri. kemaluan ada tempatnya.

oleh karena itu, jika saya di bebankan oleh sesuatu yg saya tidak sanggup mengerjakan, dengan amat sangat terpaksa saya menolaknya dan segera menyingkir dari ruang sidang perbincangan tersebut. tapi apa bila pekerjaan itu menyanggupi saya dalam kapasitas saya masih berada di wilayah tersebut, insya Allah saya menyanggupinya. pun dengan catatan bahwa, jgn mengkritik saya bila dalam proses tersebut ada catat atau kealpaan lainnya.

di dalam proses ada sebuah usaha yg memungkinkan seseorang bisa benar dan salah, dan di dalam sebuah proses adalah seperti belajar dimana seseorang bisa menambah ilmunya --bila perlu-- atau menambah skill --bila perlu juga-- tapi yg jelas menurut saya sebuah 'proses' --dlm tahap belajar tadi-- adalah dimana seseorang berjuang --mati-matian-- demi sebuah yg diyakininya. berjuang secara terus menerus --tanpa hentinya-- jika itu menyangkut keyakinannya --dlm hal ini-- bahwa ALlah selalu memudahkan proses di atas jerih payah hasilnya.

ketika seorang bayonet di tengah badai hujan, dengan senapan di tangannya menerjang sang musuh jenderal di dalam tenda yg penuh dgn pengawalan ketat. dia tidak akan gentar walau harus mengorbankan nyawanya, karena yg dituju hanya satu, kematian sang begundal yg durhaka. []

Kamis, 12 Mei 2011

membunuh sepi di malam jum'at

memutar otak dari hari ke hari membuat saya lelah, bagaimana tidak, saya harus dihadapkan oleh masalah yg tidak pernah selesai dari hari ke hari. bahkan, jika di hitung dengan jari, sepertinya jari tangan saya tidak akan cukup.

okelah kalau itu dinamakan ujian atau apalah namanya, yg pasti tubuh ini telah ringkih utk menghadapi itu semua, beban berat yg orang semua pikul sepertinya tidak akan sanggup saya terima, apalagi dgn lapang dada. sudah berat dipikul ditambah harus berlapang dada.

tapi, hey... bukankah seekor siput tidak pernah lelah meniti milyaran pasir di hadapannya, jikalau siput mau protes... dia bisa saja "mogok" jalan. dia bisa saja protes dgn sang pencipta makhluk hidup. tapi, sekali lagi, siput memang tidak pernah lelah menjalani hidup. beban terus berlangsung tapi hidup harus terus berjalan.

hari ini, saya harus balik ke rumah jam 12 tepat. mungkin warga ronda di sekitar rumah sudah bosan melihat saya menyorotkan lampu depan motor ke gardu mereka. apalah daya, memang itu lah kebiasaan saya. tidak lekang oleh waktu, memang setiap hari lah saya harus berperilaku seperti itu.. (huehehe sori bapak-bapak, saya harus membangunkan anda bila tertidur menonton ac milan melawan real madrid kala itu).

tapi, yg patut di acungin jempol ialah istri saya, beliau masih saja setia menanti saya hadir di rumah, beliau tetap tersenyum walau pun mata itu udah 5 watt, yap... sekali lagi terima kasih. dan yg tak terhingga saya ucapkan berjuta-juta terima kasih kepada rabbulAlamiin, yg telah memberikan kesehatan, udara utk saya bernapas hingga saat ini.

alhamdulillah... sepi itu telah pergi dan tidak pernah kembali lagi (mungkin utk sementara ini saja, mungkin) []

Jumat, 15 April 2011

beriman dan bangkit!

mungkin harus menunggu imam mahdi turun ke bumi, baru manusia yg mengaku beriman ini bergerak utk menegakkan negara islam. kalau bukan karena sabda nabi yg memerintahkan menegakkan negara islam di haruskan menunggu imam mahdi, lalu utk apa yg mengaku beriman ini berdiam diri membiarkan kezhaliman penguasa terhadap rakyatnya terus terjadi?

mungkin harus menunggu amerika dan eropah sbg janggut bumi itu runtuh baru manusia yg mengaku beriman ini bergerak utk menegakkan negara islam. kalau bukan karena para peramal peradaban yg hidupnya di zaman masing-masing itu tidak menulis buku seperti das kapital, atau clash civilation yg memungkinkan orang dgn seenaknya menjebloskan ke penjara hanya karena miara jenggot atau punya celana cingkrang yg beristri cadar hitam tidak pernah ada di muka bumi, lalu utk apa para manusia yg gemar ke mesjid ini berdiam diri ketika ada saudaranya tengah di bantai di palestina, tengah di amuk proyektil biadab itu dgn seenaknya?

atau kemungkinan harus menunggu kabah di mekkah di hancurkan oleh israel dan amerika, baru orang-orang terbelalak matanya lantas merapalkan ucapan-ucapan istighfar dan allahu akbar sembari mendobrak meja karena geram kiblatnya tengah di rusak orang kafir. kalau bukan karena mereka ini lah sebenarnya kabah kehilangan makna, ka'bah kehilangan revitalitasnya ditengah-tengah umat islam. ibadah haji hanya di anggap ceremonial belaka bersilaturahmi dgn orang hitam dan orang putih, setelah itu masing-masing berombong-rombong mendatangi toko souvenir utk kenang-kenangan sanak keluarga di tanah air.

apakah umat islam baru bangkit jika kiblatnya di hancurkan? apakah umat islam baru bangkit jika negara adidaya amerika dan si kampret israel beserta presiden nya itu musnah dari muka bumi? apakah umat islam baru bangkit jika imam mahdi datang membawa persatuan dunia islam yg waktunya saja tidak ada orang mengetahuinya.

tidak! umat islam bisa bangkit jika membangun negaranya sendiri, bukan negara yg berkiblat di bawah ketiak amerika dan israel, bukan pula tunduk dan patuh ala komunisme edan bin keparat itu. kebangkitan umat islam bila pola fikiran mereka mencapai kesepakatan bahwa kehidupan ini hanyalah sementara. kehidupan ini hanya fatamorgana seperti orang yg tengah bermimpi di malam hari.

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."(QS. Ar-Ra'du: 11)

yg diperlukan manusia yg beriman ini adalah usaha utk meraih ke sana (kebangkitan), meraih kebangkitan yg dijanjikan oleh Allah swt adalah garansi yg pasti jika manusia yg mengaku beriman ini mengusahakannya. kaidah kausalitas (sebab akibat) pun memerintahkan demikian, bahwa tidak ada hasil tanpa di dahului oleh usaha. jalan mencapai seribu mil di tempuh dengan satu mil pertama.

"Aku diperintahkan memerangi manusia sampai mereka mengucapkan 'Laa ilaaha illallah', maka siapa yang telah mengucap 'Laa ilaaha illallah' telah terpeliharalah dariku jiwa dan hartanya sesuai dengan kewajibannya dalam Islam, dan hisabnya terserah kepada Allah."(HR. Bukhori-Muslim). []

Sabtu, 19 Maret 2011

perbincangan tentang tuhan

Siang itu, cuaca cukup bersahabat. Tidak begitu panas, tapi juga tidak begitu dingin dan berangin.
Aku dan dua orang sahabat sedang duduk sambil menikmati makan siang di kantin milik Universitas.
Kedua sahabatku ini bukanlah orang pribumi. Yang seorang (sebut saja si V) berasal dari Vietnam, dan yang seorang lagi (sebut saja si M) berasal dari Maroko.
Awalnya kami berbincang masalah masalah ringan seputar pelajaran, dosen, sampai masalah cari pacar.
Sampai pada suatu titik, aku melakukan suatu kesalahan fatal dengan bertanya pada si V;
"Boleh ku tahu agamamu apa V? Tanyaku sambil masih mengunyah mie goreng panas.
"Aku protestan, tapi tidak percaya kalau tuhan itu ada!" Jawabnya singkat disertai senyum.
Jujur, ini bukanlah pertama kalinya aku mendengar kalau seorang adalah atheis. Tapi rupanya pernyataan si V adalah berita baru bagi si M.
"Mengapa kamu tidak percaya tuhan?" Si M bertanya langsung.
"Mengapa kamu percaya Tuhan?" Si V balik bertanya.
"Karena saya beragama, dan salah satu keharusan seorang yang beragama adalah percaya pada tuhan!"
Si V meletakkan peralatan makan yang digunakannya seraya memandangi si M masih disertai senyum tipis ramah khas- miliknya.
"Kalau begitu saya ralat jawaban saya tadi" Katanya padaku "Saya bukan seorang protestan. Saya atheis, tapi kalian bisa menganggap saya protestan kalau kalian suka"
Kami diam beberapa jurus. Aku dan si V melanjutkan acara makan siang kami, sedang si M masih sedikit berfikir.
"Apa yang menyebabkan kamu memilih menjadi atheis?" Si M bertanya tiba tiba.
"Tidak ada alasan khusus, saya hanya tidak bisa percaya pada sesuatu yang tidak konkret. Tuhan misalnya" jawabnya.
"Tuhan itu ada dan kamu hanya harus percaya bahwa dia itu ada!" Si M berkata. Nada suaranya terdengar bersahabat, tapi aku merasa ada sesuatu pada kata katanya barusan.
"Apa yang membuatmu percaya kalau Dia itu ada?" si V bertanya balik.
"Ada sesuatu yang tidak perlu kau lihat untuk dapat kau percayai kawan!" Si M berkata "Tuhan itu seperti cinta. Tidak dapat kau lihat, tapi dapat kaurasakan dan aku yakin kau tahu bahwa cinta itu ada!"
Si V lagi lagi tersenyum mendengar kata kata si M.
"Cinta itu adalah suatu proses pada otak manusia yang sayangnya aku tak begitu mengerti tentangnya!" Ia mengelap bibirnya dengan tisue "Sedang Tuhan adalah suatu hal yang manusia ciptakan untuk memenuhi kebutuhan mereka akan pengetahuan yang tidak dapat mereka ketahui"
"Aku tidak mengerti maksudmu" Si M mengerutkan kaning saat bertanya demikian.
"masudku, banyak sekali hal hal yang tidak bisa manusia buktikan dengan akal, Hantu misalnya" Si V menenggak sedikit minumannya "dan untuk itu mereka butuh sesuatu untuk menjawab masalah itu. Tuhan-lah jawabannya"

Aku terpana mendengar kata kata si V barusan. Bukan karena kekuatan dari tiap suku kata atau keyakinannya pada kekuatan kata katanya, tapi lebih daripada itu. Aku berfikir bahwa "MUNGKIN" ia ada benarnya juga.
Sebenarnya aku tidak ingin mendiskusikan masalah kepercayaan secara terang terangan seperti ini, tapi lambat laun, aku jadi tertarik juga mendengar mereka berdebat.
"Maksudmu, tuhan itu hasil karya manusia?" Akhirnya aku membuka mulutku "-yang manusia gunakan untuk menjawab pertanyaan yang tidak terjawab?"
"ya, itu maksudku" Si V tersenyum padaku.
"manusia selalu mencoba untuk mencari jawaban yang pasti dari setiap permasalahan yang mereka hadapi" Gumamku pada kedua sahabatku " berarti manusia adalah mahkluk yang konkret karena memikirkan jawaban yang tak pasti dari suatu permasalahan yang tak pasti pula!"
"Hm...aku tidak begitu mengerti apa yang baru saja kau katakan kawan, tapi sepertinya masuk akal" Kata si V.
"Berarti tuhan adalah sesuatu yang konkret, karena ia adalah jawaban paling konkret dari sesuatu yang tidak konkret" kataku berapi api
"Maksudmu apa?" Si M bertanya.
"Maksudku, Jawaban yang paling konkret untuk sesuatu yang tidak terjawab adalah sesuatu yang tidak terjawab pula!" Kataku " karena itu, tuhan bukanlah sesuatu yang tidak konkret, malah sebaliknya karena ia adalah jawaban dari sesuatu yang tak terjawab!"
Mereka berdua menatapku dengan pandangan bertanya.
"Aku tak begitu mengerti maksudmu kawan, tapi tadi itu terdengar cukup masuk akal" Si M berkomentar.
"kurasa kita memang butuh jawaban tidak jelas untuk pertanyaan tak jelas macam itu kan?" Si V mengacak acak rambutku.
Kami mencoba mengganti tema pembicaraan.
Buatku, jawaban yang baru saja kuutarakan pada kedua sahabatku tadi memberiku suatu pertanyaan lagi.
Tapi kurasa hari ini sudah cukup kami membahas satu pertanyaan tanpa jawaban. Aku tak ingin menambahnya jadi dua pertanyaan tak terjawab.