
Bukan, bukan karena Allah yg merasa menghina dinakan manusia. Justru manusialah yg membuat hina dina dirinya di hadapan Allah yg Maha Tunggal. Kalau pun manusia memiliki tongkat keyakinan yg mumpuni, maka wajar bila Nabi Muhammad sangat tak pantas tinggal di syurga --walaupun sdh dijamin Allah---, mengapa? Ketika keyakinan seseorang sampai pada derajat ketinggian --layaknya seorang Nabi & Rasul--- semakin tak pantaslah dirinya di 'lempar' ke syurganya Allah yg Maha Tunggal!
Justru yg mengherankan adalah, seseorang yg belum tentu maksum (terhindar dari dosa) merasa dirinya pantas memasuki syurganya Allah yg Maha Tunggal tersebut. Sangat tak layak bahkan menodai kesucian dirinya sendiri dihadapan Allah yg Maha TUnggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar